kami sama pejalan larut
menembus kabut
hujan mengucur badan
berkakuan kapal-kapal di pelabuhan
darahku mengental pekat. aku tumpat pedat
siapa berkata-kata?
kawanku hanya rangka saja
karena dera mengelucak tenaga
dia bertanya jam berapa?
sudah larut sekali
hilang tenggelam segala makna
dan gerak tak punya arti