Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
thermopylae?
jagal tidak dikenal ?
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang
Untukmu Chairil Anwar
Kumpulan puisi karya Chairil Anwar
Malam
Senja di pelabuhan kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
gerimis mempercepat kelam. ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
tiada lagi. aku sendiri. berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
gerimis mempercepat kelam. ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
tiada lagi. aku sendiri. berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.
Tak sepadan
Aku kira:
beginilah nanti jadinya
kau kawin, beranak dan berbahagia
sedang aku mengembara serupa ahasveros
dikutuk-sumpahi eros
aku merangkaki dinding buta
tak satu juga pintu terbuka
jadi baik juga kita padami
unggunan api ini
karena kau tidak ‘kan apa-apa
aku terpanggang tinggal rangka
beginilah nanti jadinya
kau kawin, beranak dan berbahagia
sedang aku mengembara serupa ahasveros
dikutuk-sumpahi eros
aku merangkaki dinding buta
tak satu juga pintu terbuka
jadi baik juga kita padami
unggunan api ini
karena kau tidak ‘kan apa-apa
aku terpanggang tinggal rangka
Langganan:
Postingan
(
Atom
)